Home Furniture Apartemen Tips Memilih Furniture

Tips Memilih Furniture

Pernahkan anda diminta untuk mengambil keputusan sedangkan anda tidak begitu memahami permasalahannya? Apabila keputusan harus diambil, maka dapat dipastikan anda akan mengambil keputusan dengan cara intuisi. Syukur kalau keputusannya benar… tapi kalau salah?..

Saya coba analogikan hal di atas dengan keputusan kita dalam membeli furniture. Menurut keyakinan saya, sebagian besar keputusan kita dalam menentukan pembelian furniture berdasarkan pengetahuan furniture yang sangat terbatas alias intuisi. Hal pertama yang kita lakukan biasanya melihat “merek” nya. Davinci/Ikea?.. the best karena branded dan harganya.. ampun-ampun dech.. Olympic? murahan.. kena air terus jebol. Ya.. kalau yang dibandingin kutub utara sama kutub selatan jelas banget bedanya. Tapi bagaimana ketika kita membandingkan Celini dengan Ikea Index misalnya? Dapatkah kita katakan Celini selalu lebih baik dari Ikea? Atau yang paling sering dilakukan oleh kita adalah membandingkan harga furniture di internet, antara satu produsen/pedagang dengan produsen/pedagang lainnya? Dapatkah kita semata-mata hanya membandingkan harganya saja? Artinya harga termurah yang kita beli? Jawaban saya: nanti dulu…

Kriteria Dalam Memilih Furniture

Di sinilah kita perlu memiliki pengetahuan mengenai furniture sehingga dapat menentukan pilihan dengan tepat. Furniture adalah produk dengan variasi yang sangat banyak sehingga perlu kejelian dalam memilihnya. Saya ambil contoh terkait bahan dasarnya saja, paling tidak ada tiga-empat tingkatan kualitas (Blockboard, blockteak, block melamine, terakhir multipleks). Kalau bahannya blockboard pasti harganya lebih murah.. beda agak jauh dengan bahan yang multipleks. Tapi terkadang para pedagang ngomongnya ini bahannya dari multipleks. toh kita juga tidak dapat membuktikannya atau bahkan tidak tahu, apa bedanya block board dengan multipleks. Kalau sudah jadi furniture, secara kasat mata tidak dapat dibedakan antara blockboard dengan multipleks. Perlu pengetahuan khusus untuk dapat membedakannya. Ini baru saya gambarkan satu contoh variable saja, yaitu bahan dasarnya. Belum lagi kalau kita mempertimbangkan jenis finishing, jenis aksesoris (handle, engsel, kaca, granit, dll), tingkat kesulitan pengerjaan dan lain sebagainya.

Mohon maaf, tulisan ini bukan dimaksudkan untuk membuat bingung anda sekalian. Hanya sekedar memberikan gambaran & pembelajaran agar kita dapat memilih furniture dengan didasarkan pada pengetahuan yang cukup sehingga kita mendapatkan furniture “best price “, bukan hanya mencari yang paling murah, atau bahkan yang penting mahal dengan harapan mendapatkan kualitas terbaik.

Continued…

2 COMMENTS

  1. I’m really inspired with your writing skills and also with the structure in your blog. Is that this a paid theme or did you modify it your self? Anyway keep up the excellent high quality writing, it is uncommon to peer a great blog like this one today..

    • Thanks you for your visit & comment on my blog. I hired a web designer to develop this blog. I who gave ideas & the web designer applied it in the web site.

Leave a Reply