Home Furniture Apartemen Mengenal Bahan Furniture

Mengenal Bahan Furniture

Asesoris

Memiliki furniture kuat dan indah adalah idaman kita semua. Rumah indah akan terasa kurang lengkap apabila tidak didukung dengan furniture yang sesuai. Artinya, kesesuaian furniture sangat tergantung pada kejelian & kepintaran kita dalam memilih furniture. Sebagian besar kita lebih memilih membuat furniture sendiri dengan pertimbangan furniture yang kita beli akan lebih sesuai dengan desain dan tema interior rumah kita.

Apabila anda termasuk orang yang ingin mendesain sendiri furniture rumah dan anda memilih jenis furniture minimalis dari bahan triplek, syarat pertama yang harus ada miliki adalah Anda harus memiliki pemahaman dasar mengenai bahan-bahan pembuatan furniture. Tujuannya adalah agar kita benar-benar tepat menentukan pilihan jenis furniturenya, dikaitkan dengan interior rumah dan tentunya besar/kecilnya budget yang kita siapkan.  Sayangnya, berdasarkan pengalaman saya, sebagian besar orang kurang memahami bahan-bahan dasar penyusun suatu furniture. Untuk itulah, tulisan ini kami hadirkan untuk sekedar memberikan pengetahuan mendasar bahan-bahan furniture. Mengingat bahan furniture sangat banyak jenis dan kualitasnya, tulisan akan kami bagi menjadi beberapa bagian dan tulisan kali ini adalah bagian pertama.

1. Triplek

Triplek merupakan komponen paling mendasar pada suatu furniture (minimalis). Perlu dipahami bahwa selain tripleks, masih ada jenis bahan lain yang dapat digunakan, misal partikel board & MDF. Paling tidak ada empat jenis triplek yang saat ini beredar di pasaran (ketebalan 18 mm)

  • Blockboard. Jenis triplek yang standar dengan susunan dua lapis triplek pada sisi luar dan bagian dalam kayu.
  • Block Melaminto. Triplek dengan susunan  dua lapis triplek pada sisi luar dan bagian dalam kayu. Salah satu sisi triplek dilapis dengan bahan melamin warna putih.
  • Block teak/sungkai. Triplek dengan susunan  dua lapis triplek pada sisi luar dan bagian dalam kayu. Salah satu sisi triplek dilapis dengan kayu jati/sungkai.
  • Multipleks. Triplek dengan susunan empat lapis triplek.

2. Jenis Finishing

Finishing merupakan proses sentuhan akhir yang menentukan tampilan dari suatu furniture. Jenis-jenis finishing yaitu:

  • Cat Melamik. Jenis finishing semprot menggunakan bahan melamik. Ciri umum jenis finishing ini adalah warna yang cenderung kecoklatan/kekuningan. Dengan finishing ini biasanya serat dasar triplek masih terlihat, khususnya pada warna yang tidak terlalu tua.
  • Cat Duco. Jenis finishing menggunakan cat semprot minyak. Ciri umum finishing duco adalah warna absolut yang menutupi seluruh serat triplek. Hasil finishing duco biasanya lebih terkesan mewah.
  • HPL (High pressure laminate). Jenis finishing tempel menggunakan lembaran  kayu tipis yang sudah memiliki model-model serat tertentu. Ciri umum jenis finishing ini adalah serat HPL yang dominan yang terlihat pada furniture.
  • Sheet. Sejenis dengan finishing HPL, tetapi dengan ketebalan yang lebih tipis
  • Acrylic

3. Granit/Marmer

Selain sering digunakan sebagai lantai, granit/marmer juga merupakan bahan yang sering digunakan dalam furniture, terutama digunakan sebagai top meja kitchen set. Secara kasat mata, kita dapat mengetahui perbedaan granit dari marmer dari serat yang dimiliki. Umumnya granit tidak memiliki serat (biasanya warna absolut atau motif titik-titik), adapun marmer memiliki serat yang tidak beraturan.

Berikut beberapa jenis granit yang ada di pasaran:

a. Jenis impor: white tarsos, imperial red, black gold, multi colour, tambron, Nero Xanxi, dan Nero Absolute.

b. Jenis lokal: Crystal, Royal pink, dan polycroom.

Jenis impor pada umumnya lebih bagus dan harganya juga lebih mahal dibandingkan dengan jenis lokal.

Adapun jenis marmer yaitu: White carara, Egyp red, Ujung pandang, Nero Impala, Debora, dan Star White. Kualitas dan harga dari marmer tersirat dari urutan penulisan. Artinya white carara termahal dan terbaik, seterusnya menurun sampai dengan Star White.

4. Asesoris

Asesoris furniture cukup banyak jenisnya dengan variasi kualitas yang cukup bervariatif juga. Di sini akan dibahas asesoris yang sering ada dalam suatu produk furniture, diantaranya:

  • Handel/Pegangan pintu. Biasanya terbuat dari bahan alumunium atau besi. Untuk kualitas yang baik, biasanya dilapis dengan bahan stainless. Bentuknya sangat beragam yang kotak, bulat, melengkung, dan lain-lain (pada kesempatan lain akan kita tampilkan ragam bentuknya). Untuk furniture tipe minimalis, biasanya pegangan tidak terlihat secara kasat mata, tetapi dibuatkan dibelakang pintu.
  • Engsel. Engsel pintupun juga sangat variatif. Meskipun secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu engsel untuk buka pintu samping dan engsel untuk buka pintu ke atas (seperti pintu mobil belakang). Engsel dengan buka pintu atas menggunakan sistem hidrolik.
  • Rel laci. Rel juga dapat dibedakan menjadi dua, panjang dan standar (pendek). Rel panjang dapat memungkinkan laci untuk ditarik seluruh bagian laci keluar. Adapun rel standar, bagian laci yang dapat ditarik hanya sekitar 2/3 nya saja.
  • Kaki furniture. Kaki dapat berbentuk besi stanless kotak atau bulat. Dapat juga kaki berupa roda sehingga furniture mudah untuk dipindahkan.

– by haidar furniture

 

2 COMMENTS

Leave a Reply